Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Buruh dan Ojol Tolak Bayar Asuransi Motor di 2025
Advertisement . Scroll to see content

Tolak Tapera, Ratusan Buruh Demo 

Kamis, 13 Juni 2024 | 20:52 WIB
  • author Rahmadhoni Yusal
Tolak Tapera, Ratusan Buruh Demo 
Ratusan buruh dari berbagai wilayah di Jawa Timur berkumpul di depan Gedung Negara Grahadi menolak kebijakan Tapera. Foto: iNews.id

SURABAYA, iNewsJambi.id - Ratusan buruh dari berbagai wilayah menggadakan demo penolakan terhadap kebijakan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).

Mereka menilai Tapera bukan solusi efektif untuk membantu buruh membeli rumah. Sebaliknya, kata dia Tapera hanya menambah beban keuangan mereka di tengah gaji yang sudah dipotong dan harga bahan pokok melambung tinggi.

Ratusan buruh ini dari wilayah Jawa Timur dan melakukan aksi demo di depan Gedung Negara Grahadi, Kamis (13/6/2024).

Dalam aksinya, para buruh berorasi dan membentangkan poster menunjukkan ketidakpercayaan mereka terhadap pemerintah. Apalagi, kata mereka kasus-kasus sebelumnya seperti Jiwasraya, Taspen dan Asabri gagal mengelola dana rakyat dan berujung pada korupsi.

Kebijakan Tapera yang diatur dalam PP Nomor 21 Tahun 2024, dinilai memberatkan buruh karena upah di Jawa Timur yang masih rendah. Program ini, lanjut dia membebankan 2,5% dari gaji buruh dan 0,5% dari pengusaha tanpa adanya bantuan iuran dari pemerintah.

"Kebijakan ini semakin membebani biaya hidup buruh, terutama dengan daya beli yang turun 30% dan upah minimum yang sangat rendah akibat UU Cipta Kerja. Tapera, yang seharusnya bersifat sukarela, kini menjadi tabungan yang memaksa," ujar Koordinator aksi, Khoirul Anam.

Menurut para buruh, kepesertaan dalam Tapera selama puluhan tahun belum cukup untuk membeli rumah. Mereka menuntut agar program Tapera dicabut dan tidak dilaksanakan, karena program yang seharusnya dirancang untuk kesejahteraan rakyat justru menjadi beban baru bagi mereka. (uda)

Sumber: iNews.id

Editor: Monas Junior

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut